Oh Jakarta...
Fiuuuh... udah semingguan ini migrasi ke jakarta, memenuhi panggilan kerja, alah. Selama seminggu ini sebenernya belum banyak sisi management yang aku ketahui. Aku baru belajar sisi technical saja. Coz sebenernya kerjaanku ini banyak berhubungan dengan bidangnya anak2 minyak, jadi ya masih harus banyak belajar juga. Kalo selama ini tahunya alat2 pengolahan minyak di bagian surface, esp. buat proses pengilangan, kali ini harus belajar juga tentang alat2 minyak di bagian downhole (esp. downhole jet pump).
Yup… welcome to the jungle. Sampai saat ini aku masih menemukan terlalu banyak sisi keegoisan manusia. Bagaimana orang berebut naik transjakarta, dengan memalangkan tangannya di gerbang halte hingga menghalangi lainnya. Bagaimana orang mengumpat dengan bahasa sarkas (emang ada ya ngumpat pake bahasa halus? :p), dan sepertinya susah sekali mengucapkan kata ”maaf” setelah sadar tanpa sengaja nginjek kaki orang (aaaarrrrgggh...emang gampang apa nyuci kaos kaki). Tapi kalo inget akan materi emotional intelligent, ”Pipit, sebelum kamu marah, pikirkan dulu konsekuensi ketika kamu marah”. Akhirnya ya sudahlah, toh dia juga gak sengaja.
Selain itu, penerapan safety rendah sekali. Ngeri aja tiap hari harus menyaksikan bagaimana orang berebut naik bis kota yang sesak sampai ke pintu. Bagaimana para penumpang dinaikkan dan diturunkan di tengah jalan dalam kondisi kendaraan masih melaju. Ato menyaksikan ibu-ibu berlari memburu bis kota yang sedang melaju kencang. Oh my God, it's real world.
Masih teringat sms2 temenku ketika mereka tau aku migrasi ke jakarta. Juga dari mbak Ayud (sepupuku) yang sudah duluan di jakarta.
”Dek Pipit, moga kerasan ya hidup di jakarta yang semakin sumpek ini... ”
Yup… welcome to the jungle. Sampai saat ini aku masih menemukan terlalu banyak sisi keegoisan manusia. Bagaimana orang berebut naik transjakarta, dengan memalangkan tangannya di gerbang halte hingga menghalangi lainnya. Bagaimana orang mengumpat dengan bahasa sarkas (emang ada ya ngumpat pake bahasa halus? :p), dan sepertinya susah sekali mengucapkan kata ”maaf” setelah sadar tanpa sengaja nginjek kaki orang (aaaarrrrgggh...emang gampang apa nyuci kaos kaki). Tapi kalo inget akan materi emotional intelligent, ”Pipit, sebelum kamu marah, pikirkan dulu konsekuensi ketika kamu marah”. Akhirnya ya sudahlah, toh dia juga gak sengaja.
Selain itu, penerapan safety rendah sekali. Ngeri aja tiap hari harus menyaksikan bagaimana orang berebut naik bis kota yang sesak sampai ke pintu. Bagaimana para penumpang dinaikkan dan diturunkan di tengah jalan dalam kondisi kendaraan masih melaju. Ato menyaksikan ibu-ibu berlari memburu bis kota yang sedang melaju kencang. Oh my God, it's real world.
Masih teringat sms2 temenku ketika mereka tau aku migrasi ke jakarta. Juga dari mbak Ayud (sepupuku) yang sudah duluan di jakarta.
”Dek Pipit, moga kerasan ya hidup di jakarta yang semakin sumpek ini... ”





10 Comments:
jakarta oh jakarta, kejamnya ibu tiri tidak sekejam ibukota.
jd ingat: "ke jakarta aku kan kembali..."
*kamu ada disana kan pit? (basement CC).
jd kerja apa kamu? :P
9 bulan di jakarta, hanya 2 hal yang bisa 'menyenangkan' hati saya. Gemerlap lampunya dan pameran bukunya yang bisa gila-gilaan diskonnya dibandingkan dengan Bandung. :D
Sekarang? Balik lagi ke Bandung deh...:D
#trian
Hahaha...ingat.ternyata trian punya bakat terpendam hingga dlm waktu 5 menit mampu menghasilkan 500ribu..:p
#donny
oow..banyak pameran buku ya??Ok deh,moga tidak melewatkannya...:D
Stress? Wajar..
Saya aja kemarin dicurhatin masalah desek2an transjakarta sama temen yang main ke jakarta.
Tahu yang paling enak??
1. Pulang kantor
2. Libur
=D
Ibukota engga kejam kok yan, cuma terkadang minta dipahami secara lebih "sabar"
hmm...yg paling enak bukannya pas terima gajian..:p
Sukses ya Pit. Jakarta panas dan bikin emosi. Tapi masih banyak orang baiknya kecuali para copet dan penjambret
Jangan salahkan Jakarta yang semakin sumpek dan tidak nyaman...
Salahkan diri kita sendiri yang semakin menambah sumpek Jakarta...
Daripada mengeluh tentang Jakarta mending gaji pertama kamu untuk traktir kita aja... :p
*salahsatuoknumygmembuatjakartasumpek*
Bukannya enak, Pit... dapet fasilitas ngenet tiada berbatas?:p
Oi..kunjung2lah..ke blog ku lagi..But don't make any noise yah...
Biasa aja kali, Jakarta itukan money rules..:) Inilah akibatnya kalo civil society gak bisa bersatu padu.
salam,
awanlakmus
salamkenal ya ,,,,,?
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home