Jumat Kelabu
Bukan hari jumatnya yang berwarna kelabu. Something problem was happened. Kali ini ceritanya agak mellow. Bukan maksud untuk cemen. Secara pribadi, aku sangat anti dengan kata dan kondisi tersebut. Hanya saja, manusia adalah makhluk yang sempurna, dimana dengan kesempurnaannya, terkadang menjadi lumrah hidupnya mengalami dinamika serta kondisi pribadinya mengalami fluktuasi. Ya, seperti yang aku alami di hari jumat kemaren.
Berjalan di tangga double helix labtek biru, tiba2 ada suara memanggil.
“Teh Pipit…..!”
Aku menoleh karna suara itu khas sekali. Ternyata Dini Palupi (FT 2002)
“Dini…dini…. peluk saya…”, serta merta aku menghambur ke dini dengan ekspresinya yang kaget.
“Kenapa teh…?” Dini langsung memelukku, masih dengan ekspresi keheranan.
Dan akhirnya, blablabla… mengalirlah cerita.
“Dini, makasih banyak ya….daaah…” ketika kulihat adik2 mentor Dini mulai berdatangan.
Kantin Salman, menemani Aida ( BI 2001) yang ada janji dengan orang. Tiba2 di kantin ketemu Inshe (FA 2001) yang sudah lama tak jumpa.
“Pit, kemana aja ? Apa kabar ?” Tanpa basa-basi Inshe nanya kabar. Fiuuuh… jujur saja, ini pertanyaan yang bikin aku gak tahan.
“Kamu kenapa Pit ?” Tanya Inshe ketika melihat raut mukaku mulai memerah.
Dan akhirnya, blablabla..mengalirlah ceritanya, dan dengan penuh perhatian Inshe mendengarkannya.
“Astaghfirullah…kenapa gak pernah cerita Pit ?” pertanyaan Inshe mulai meluluhkan egoku yang selama ini sangat anti berbagi cerita pribadi.
“Sabar ya Pit…” Inshe memelukku erat hingga beban serasa turun, dan berpamitan karna harus pergi ke Ciamis.
Aida yang tersisa di sebelahku, memberikan nasihatnya yang banyak membuka mataku tentang hikmah dari setiap kejadian. Dan tentu saja, dengan sikapnya yang keibuan, Aida memaksaku untuk makan (setelah dia tahu aku belum makan dari pagi).
Pulang abis maghrib dari rumah teman di Tubagus, aku mampir ke asrama putri Kanayakan, tempat Intan (TK 2001) karna ada beberapa buku yang akan aku pinjam. Intan mengajakku jalan2 pake motornya, menyusuri butik2 muslimah di Bandung buat nyari kado milad adiknya. Hingga akhirnya Intan mengantarkan aku pulang dan kami makan nasi soto deket kostan. Jalan2 kali ini, meski tergolong kebablasan melewati jam “kelayapan” perempuan, tapi cukup bikin aku refresh.
Malam hari di kostan (sekitar jam 21.15)
Kriiing…kriiiing…. Telepon di kostan berdering.
“Hallo”, kuangkat gagang teleponnya.
Ternyata Silda (TK 2002) yang seperti biasa melaporkan banyak informasi yang didapatnya..hahaha. Dan akhirnya kami bergosip ria sambil cekikikan. Btw, jangan berpersepsi gosip disini selalu “miring” ya. Tema gosip kali ini campuran lah. Mulai dari yang sok penting semisal ngomongin Ical yang gak jadi dateng ke ITB, hingga yang kacrut2 hasil pengamatan setelah beberapa hari kerap bersebelahan online di dunia maya.
Finally…
Terimakasih saudari2ku, yang sempat menemaniku di hari jumat kelabu, hingga akhirnya berubah menjadi hari jumat yang penuh hikmah dan ceria. Terimakasih banyak buat Dini dan Inshe untuk pelukan hangatnya, buat Aida atas nasihat2nya, buat Intan untuk jalan2nya, juga buat Silda dengan gosip2nya…
Terimakasih ya Allah…
Engkau telah menganugerahkan sahabat2 terbaik buatku, yang mebuatku tidak sendirian menapaki hidup ini. Engkau yang memberikan banyak hikmah dan pelajaran hidup dari setiap skenario yang Engkau ciptakan. Engkau yang menjadikanku kuat setelah melewati setiap kejadian. Ampuni hamba-Mu yang kerap lalai dan kurang bersyukur ini. Berilah kekuatan bagi hamba-Mu ini untuk melewati fase2 selanjutnya. Dan jagalah semangat hamba-Mu ini agar banyak memberikan manfaat untuk umat.Amiiin.
I’ll never walk alone!!
Berjalan di tangga double helix labtek biru, tiba2 ada suara memanggil.
“Teh Pipit…..!”
Aku menoleh karna suara itu khas sekali. Ternyata Dini Palupi (FT 2002)
“Dini…dini…. peluk saya…”, serta merta aku menghambur ke dini dengan ekspresinya yang kaget.
“Kenapa teh…?” Dini langsung memelukku, masih dengan ekspresi keheranan.
Dan akhirnya, blablabla… mengalirlah cerita.
“Dini, makasih banyak ya….daaah…” ketika kulihat adik2 mentor Dini mulai berdatangan.
Kantin Salman, menemani Aida ( BI 2001) yang ada janji dengan orang. Tiba2 di kantin ketemu Inshe (FA 2001) yang sudah lama tak jumpa.
“Pit, kemana aja ? Apa kabar ?” Tanpa basa-basi Inshe nanya kabar. Fiuuuh… jujur saja, ini pertanyaan yang bikin aku gak tahan.
“Kamu kenapa Pit ?” Tanya Inshe ketika melihat raut mukaku mulai memerah.
Dan akhirnya, blablabla..mengalirlah ceritanya, dan dengan penuh perhatian Inshe mendengarkannya.
“Astaghfirullah…kenapa gak pernah cerita Pit ?” pertanyaan Inshe mulai meluluhkan egoku yang selama ini sangat anti berbagi cerita pribadi.
“Sabar ya Pit…” Inshe memelukku erat hingga beban serasa turun, dan berpamitan karna harus pergi ke Ciamis.
Aida yang tersisa di sebelahku, memberikan nasihatnya yang banyak membuka mataku tentang hikmah dari setiap kejadian. Dan tentu saja, dengan sikapnya yang keibuan, Aida memaksaku untuk makan (setelah dia tahu aku belum makan dari pagi).
Pulang abis maghrib dari rumah teman di Tubagus, aku mampir ke asrama putri Kanayakan, tempat Intan (TK 2001) karna ada beberapa buku yang akan aku pinjam. Intan mengajakku jalan2 pake motornya, menyusuri butik2 muslimah di Bandung buat nyari kado milad adiknya. Hingga akhirnya Intan mengantarkan aku pulang dan kami makan nasi soto deket kostan. Jalan2 kali ini, meski tergolong kebablasan melewati jam “kelayapan” perempuan, tapi cukup bikin aku refresh.
Malam hari di kostan (sekitar jam 21.15)
Kriiing…kriiiing…. Telepon di kostan berdering.
“Hallo”, kuangkat gagang teleponnya.
Ternyata Silda (TK 2002) yang seperti biasa melaporkan banyak informasi yang didapatnya..hahaha. Dan akhirnya kami bergosip ria sambil cekikikan. Btw, jangan berpersepsi gosip disini selalu “miring” ya. Tema gosip kali ini campuran lah. Mulai dari yang sok penting semisal ngomongin Ical yang gak jadi dateng ke ITB, hingga yang kacrut2 hasil pengamatan setelah beberapa hari kerap bersebelahan online di dunia maya.
Finally…
Terimakasih saudari2ku, yang sempat menemaniku di hari jumat kelabu, hingga akhirnya berubah menjadi hari jumat yang penuh hikmah dan ceria. Terimakasih banyak buat Dini dan Inshe untuk pelukan hangatnya, buat Aida atas nasihat2nya, buat Intan untuk jalan2nya, juga buat Silda dengan gosip2nya…
Terimakasih ya Allah…
Engkau telah menganugerahkan sahabat2 terbaik buatku, yang mebuatku tidak sendirian menapaki hidup ini. Engkau yang memberikan banyak hikmah dan pelajaran hidup dari setiap skenario yang Engkau ciptakan. Engkau yang menjadikanku kuat setelah melewati setiap kejadian. Ampuni hamba-Mu yang kerap lalai dan kurang bersyukur ini. Berilah kekuatan bagi hamba-Mu ini untuk melewati fase2 selanjutnya. Dan jagalah semangat hamba-Mu ini agar banyak memberikan manfaat untuk umat.Amiiin.
I’ll never walk alone!!





7 Comments:
liverpool banget...;p
walah mba...
pas bagianku kok bahasanya "gosip" gitu ya...
kkkkk
tunggu postingan gw tentang friendship..!
gw bales loh :p
*buat lucky
kali ini slogan liverpool mang layak dikutip luck..:p
*buat silda
wakaka...:D
gue mang sengaja Da..:p
Ya Rabb...
Pit...
:((
Menyesal waktu itu ga ada di sampingmu
Setidaknya..aku kan bisa meredakan derai sedihmu dengan es krim Ciko..(jadi aermatanya rada beku getoo..)
Jangan sungkan curhat ya,Pit...
makasih banyak Ka...:D
iya,padahal waktu itu aku jg merindukan es krim Ciko traktiranmu...:p
owh...,kalo lagi sedih, YM aja, siapa tahu ketemu temen :P
pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik , pupuk organik
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home